Rabu, 30 November 2011

Tanda-Tanda Kebesaran Allah

 

Tahukah Anda bagaimana langit dan bumi diciptakan? Penciptaan langit dan bumi adalah bukti kebesaran Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah yang artinya:


“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi setelah matinya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan di antara langit dan bumi. Sungguh terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berakal.”


Akal adalah suatu karunia dan nikmat yang diberikan Allah kepada manusia. Salah satu fungsi utama akal adalah memikirkan, merenungi, dan memahami ayat-ayat Allah dengan tujuan untuk mengenal Allah dan kebesarannya.


Alangkah celakanya seseorang jika tidak menggunakan akalnya untuk mendapatkan hidayah-Nya. Hal ini bisa terjadi karena kesombongan manusia untuk mengakui kekuasaan atau kebesaran Allah. Sebaliknya, alangkah beruntungnya seseorang yang menggunakan akalnya untuk menggapai hidayah, nikmat, dan iman kepada Allah. Sikap ini dapat dicapai dengan cara memperhatikan dan memahami ayat-ayat Allah yang tersebar luas di alam semesta.


Berikut tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di alam semesta.


Langit merupakan ciptaan Allah yang sangat indah. Setiap manusia yang suka memperhatikan langit, baik di malam hari maupun siang hari, pasti akan merasakan ketakjuban luar biasa. Tidak hanya sebatas itu, manusia pun sudah menembus angkasa untuk mengekplorasi bulan dan planet lainnya.


Itulah salah satu bukti kebesaran Allah dan itulah bukti bahwa Tuhan itu ada. Bahkan, seorang atheis pun akan merasakan getaran jiwa bahwa Tuhan itu ada karena fitrah manusia diciptakan memang untuk percaya akan adanya Tuhan.


Bumi dan segala keindahannya ini sangat kaya dengan ayat-ayat Allah yang begitu luar biasa. Bahkan, hingga saat ini, manusia belum mampu mengungkap semua tabir misteri di bumi.


Lautan, gunung-gunung, samudera yang terbentang luas, gurun pasir, dan yang lainnya sangatlah berkesinambungan serta penuh hikmah dalam penciptaannya. Semua ini dicipatakan Allah untuk manusia dan tidak sepantasnya kita ingkar kepada-Nya.


Coba kita renungkan bagaimana Allah telah menundukkan lautan untuk manusia dengan kapal? Dapatkah kita bayangkan bagaimana kapal-kapal mampu berlayar mengarungi lautan luas?


Ilmu pengetahuan mengungkapkan bahwa hal ini terjadi karena adanya perbedaan jenis air laut dan kapal serta terciptanya ruang udara yang membuat kapal bisa mengapung. Walaupun begitu, ilmu pengetahuan hanya mengungkap tetapi tidak menciptakan. Hal ini semakin mempertegas kekuasaan Allah.


Air hujan yang diturunkan ke bumi oleh Allah adalah nikmat yang tidak terhingga. Walaupun manusia sudah mampu membuat hujan buatan, hujan alami ciptaan-Nya tetap tidak dapat tergantikan.


Coba kita bayangkan jika suatu tempat tidak diguyur hujan dalam jangka waktu lama. Daerah itu pasti akan kering kerontang. Saat tempat ini diguyur hujan, maka tumbuhlah berbagai jenis tumbuhan. 


Awan merupakan fenomena unik dari sebuah proses terjadi dan turunnya hujan. Awan diciptakan untuk melindungi manusia dari terik sinar matahari. Selain itu, awan akan menjadi dominan saat berlangsung musim hujan. Adanya sirkulasi musim dan cuaca ini, membuat keseimbangan cuaca bumi akan terjaga.


Itulah beberapa tanda dan bukti kebesaran Allah. Artikel ini bertujuan mengajak kita semua untuk kembali merenungkan ayat-ayat kekuasaan Allah dengan menggunakan akal yang sudah dikaruniakan-Nya.


View the original article here

Sabtu, 26 November 2011

Sejarah Nabi Muhammad: Etimologi Sampai Mukjizat

 

Nabi terakhir dalam ajaran Islam adalah Muhammad. Mengakui kenabiannya adalah salah satu syarat untuk dapat disebut sebagai seorang muslim. Mengetahui sejarah Nabi Muhammad tentu sangat penting untuk diketahui bagi setiap muslim. Di dalam Islam, Muhammad bukanlah orang yang membawa ajaran baru. Beliau adalah penutup dari rangkaian nabi-nabi yang diturunkan sebelumnya.


Muhammad diperkirakan lahir pada tanggal 20 April 570/571 di Kota Mekkah dan wafat di Madinah tanggal 8 Juni 632. Buku The 100 karya Michael H. Hart, menetapkan Muhammad sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Muhammad adalah orang satu-satunya yang berhasil meraih keberhasilan dalam bidang agama dan duniawi. Beliau adalah pemimpin yang mampu mengubah bangsa yang terpecah belah menjadi bangsa maju.


Dalam bahasa Arab, Muhammad berarti 'dia yang terpuji'. Di dalam Al-Qur'an, Muhammad disebut dengan nama Ahmad, artinya 'terpuji'. Sebelum masa kenabian, beliau pun mendapatkan dua julukan dari kaum Quraisy, yaitu Al-Amin (orang yang dapat dipercaya) dan As-Saadiq (yang benar).


Para sahabat memanggilnya dengan gelar Rasul Allah setelah masa kenabian. Setelah itu, ditambahkan kalimat Shalallaahu 'Alayhi Wasallam (semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya) atau disingkat SAW.


Penulis-penulis biografi Muhammad sepakat bahwa beliau lahir pada tahun Gajah, yaitu pada 570M di Mekkah. Waktu itu, Mekkah adalah daerah paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni, dan ilmu pengetahuan. Ketika Muhammad masih dalam kandungan, ayahnya (Abdullah) meninggal. Saat berusia 6 tahun, Muhammad diajak ibunya (Aminah binti Wahab) mengunjungi keluarga dan makam ayahnya di Yatsrib (Madinah).


Ibunya jatuh sakit saat perjalanan pulang dan beberapa hari kemudian meninggal dunia di Abwa. Aminah binti Wahab dikuburkan di Abwa yang terletak tidak jauh dari Yatsrib. Sepeninggal ibunya, Muhammad diasuh oleh kakeknya, 'Abd al-Muththalib. Setelah kakeknya meninggal, beliau diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.


Pada saat berusia 25 tahun, Muhammad menikah dengan seorang janda berusia 40 tahun bernama Khadijah. Walaupun umurnya jauh lebih tua dari Muhammad, Khadijah masih memiliki kecantikan yang menawan. Saat itu, suku Quraisy memiliki adat dan budaya yang mengutamakan perkawinan dengan gadis daripada seorang janda. Namun, hal ini tidak menjadi penghalang bagi Muhammad untuk menikahi Khadijah.


Pada suatu malam tanggal 17 Ramadhan atau 6 Agustus 611, Malaikat Jibril mendatangi Muhammad ketika sedang bertafakur di Gua Hira'. Malaikat Jibril menyampaikan wahyu Allah di telinganya dan diminta untuk membacanya. Muhammad menjawab, "Saya tidak bisa membaca". Jibril tiga kali meminta Muhammad membaca, tetapi jawabannya masih sama. Akhirnya, Jibril berkata:


"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya". (Al-Alaq 96: 1-5)


Ini adalah wahyu pertama yang diterima Muhammad. Wahyu ini diterima saat Muhammad berusia 40 tahun. Secara berangsur-angsur wahyu turun kepadanya, yaitu dalam waktu 23 tahun. Wahyu-wahyu ini dikumpulkan dalam kitab bernama Al-Mushaf atau Al-Qur'an (bacaan).


Sebagian besar ayat-ayatnya memiliki arti yang jelas. Ada juga sebagian ayatnya yang diterjemahkan oleh Muhammad melalui percakapan, tindakan, dan persetujuannya (As-sunnah). Al-Qur'an dan As-sunnah adalah panduan dan cara hidup bagi orang yang menyerahkan diri kepada Allah, yaitu penganut agama Islam.


Di dalam syariat Islam, Al-Qur'an adalah mukjizat terbesar Muhammad. Pada masa itu, bangsa Arab memiliki kebudayaan sastra yang cukup tinggi dan Muhammad adalah orang yang buta huruf. Umat muslim meyakini bahwa Al-Qur'an mustahil dikarang oleh Muhammad.


Muhammad pun diyakini oleh umat Islam pernah membelah bulan saat menyebarkan Islam di Mekkah dan melakukan Isra dan Mi'raj dalam waktu singkat, yaitu kurang dari satu hari. Kemampuan lain dari Muhammad adalah kecerdasannya dalam ilmu ketauhidan.


View the original article here

Rabu, 23 November 2011

Mendalami Makna Rukun Islam

Pemahaman mengenai rukun Islam telah kita dapatkan sejak masih anak-anak. Dalam berbagai pengajian, juga di bangku sekolah dasar, pengetahuan tentang rukun islam telah dijelaskan secara gambling oleh sang ustadz/ ustadzah dan sang guru. Bahkan, bukan mustahil pengetahuan tentang rukun islam ini pun kita dapatkan di lingkungan rumah.

Ya, rukun Islam adalah landasan operasionalnya rukun iman. Belumlah dikatakan beriman jika seseorang hanya mengerjakan rukun Islam tanpa ada upaya untuk menegakkannya. Jika diibaratkan dengan sebuah rumah, rukun Islam merupakan tiang penyangga rumah, tiang penyangga agama. Kuat tidaknya penyangga bangunan keislaman seseorang akan berpengaruh pada kekokohan agama.


Rukun islam sendiri terdiri atas lima perkara, yakni syahadat, shalat, zakat, puasa ramadhan, dan beribadah haji -bagi yang mampu. Mengerjakan rukun islam, bukan berarti seseorang sudah total masuk ke dalam islam. Itu hanyalah landasan bagi seseorang untuk menampung amal-amal lainnya. Rukun islam adalah sebuah pelatihan bagi setiap mukmin di dunia untuk mencapai keridhoan Allah Swt.


1. Syahadat


Rukun islam yang pertama adalah dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat, la ilaha ilallah, Muhammad da rosulullah. Aku berjanji tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi Muhammad utusan Allah. Ya, dua kalimah syahadat itu adalah persetujuan seorang mukmin dengan Allah Swt. 


Dengan persetujuan itu, berarti seorang mukmin telah siap untuk bertarung di jalan Allah Swt dan siap menghancurkan segala seuatu yang bertentangan dengan ilah dari Allah swt dalam setiap detik kehidupannya.


2. Shalat


Mengapa seorang mukmin harus mengerjakan shalat lima waktu? Shalat adalah tiangnya agama, barang siapa yang tidak mengerjakan shalat bererti ia telah menghancurkan agamanya sendiri. Selain itu, shalat adalah jembatan antara seorang mukmin dengan Allah Swt untuk tetap berinteraksi. 


Dengan mengerjakan shalat, seseorang akan terhindar dari perbuatan keji dan munkar. Selain shalat wajib lima waktu, seorang mukmin pun bisa mengerjakan shalat sunat lainnya untuk mempererat ikatan batin dengan sang khaliq.


3. Zakat


Zakat adalah sarana berbagi dalam agama islam. Seseorang yang memiliki harta wajib membersihkan hartanya itu dengan mengeluarkan 2,5% dari besarnya harta yang dimiliki dan diberikan pada orang yang berhak menerimanya dari kalangan fakir miskin yang membutuhkan. 


4. Puasa Ramadhan


Puasa di bulan Ramadhan hukumnya wajib. Puasa adalah sarana bagi seorang mukmin untuk dapat mengendalikan dirinya dari hawa nafsu dan kebiasaan jasmani lain seperti makan, minum, dan kebiasaan bergunjing.


5. Ibadah Haji


Ibadah haji merupakan rukun islam terakhir yang wajib dikerjakan oleh setiap mukmin yang telah mampu. Mampu di sini bukan hanya dilihat dari kondisi fisik saja, melainkan dari segi finansial. Dengan demikian ibadah haji merupakan latihan bagi seorang mukmin dalam hal berkorban jiwa dan harta di jalan Allah Swt.

Beri rating untuk artikel di atas Buruk sekali Kurang Biasa Bagus Bagus sekali



View the original article here