Selasa, 28 Februari 2012
Wisata Hati Pencerah Jiwa
Pernahkan Anda merasa hidup dengan bergelimangan harta, tetapi masih terasa hampa? Atau jabatan yang dimiliki tidak membuat orang lain menghormati Anda? Tanpa kita sadari, keinginan untuk menaklukkan seisi dunia, membuat kita lupa akan hakikat penciptaan isi dunia itu sendiri. Silaunya dunia membuat hati nurani kita tertutup untuk mensyukuri apa yang sudah kita miliki, dari pada apa yang belum dimiliki. Artikel kali ini membahas wisata hati.
Jika hati Anda merasa hampa, tak ada jalan lain selain mencari cara untuk menetralkan suasana hati. Ada beberapa alternatif yang dapat Anda lakukan untuk menetralkan suasana hati, salah satunya dengan berwisata.
Tidak hanya berlibur ke tempat-tempat yang jauh dan mahal untuk menetralkan suasana hati. Terkadang, demi sebuah gengsi, di antara kita memilih untuk berlibur mengunjungi negara-negara luar yang eksotis. Berapa pun biaya yang akan Anda keluarkan, tidak menjadi soal. Pernahkan Anda berpikir jika berwisata ke tempat-tempat seperti itu hanya memuaskan keinginan Anda, dibanding dengan keinginan hati Anda?
Wisata hati diperlukan untuk mengeimbangi kehidupan duniawi kita selama ini. Dengan berwisata hati, tidak hanya diri Anda yang mendapatkan kebahagiaan, tetapi jiwa dan rohani Anda juga membutuhkannya.
Wisata hati ditujukan bagi mereka yang menghendaki kebahagiaan, ketenangan dan kesejahteraan dalam hidup. Dengan melakukan wisata hati, kita bisa mendapatkan tidak hanya ketenangan dan kebahagiaan, tetapi juga pencerahan, motivasi, membangun harapan, menciptakan optimisme, menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri.
Tidak hanya pikiran yang membutuhkan suasana baru, namun hati Anda pun memerlukannya. Tanpa Anda sadari, ketika melihat saudara kita yang kurang mampu, dapat menimbulkan simpati. Mereka yang kurang mampu itu, dapat Anda jadikan sebagai pengingat, bahwa masih banyak yang kurang beruntung dari Anda.
Cobalah Anda sesekali berwisata hati ke panti asuhan. Di sana Anda bisa banyak belajar kerasnya hidup dari mereka yang hidup tanpa orang tua, tetapi masih bisa berdiri sendiri bersama sesama penghuni panti asuhan.
Mengunjungi masjid dapat menentramkan hati Anda. Rumah ibadah bisa dijadikan salah satu lokasi untuk berwisata hati. Dengan mengunjungi masjid, Anda seakan diberi peringatan dari mana Anda berasal, siapa yang patut Anda sembah, dan dapat menyambung silaturahmi dengan saudara seagama.
Pondok pesantren bisa Anda jadikan sarana berwisata hati. Di pondok pesantren, Anda bisa merasakan kehidupan ala pesantren sembari belajar ilmu agama. Suasana pesantren yang religius, dapat membawa Anda ke suasana hati yang tentram dan damai. Disamping itu, di pondok pesantren Anda bisa belajar berbagi dengan orang lain, menghormati orang lain dari berbagai lapisan masyarakat.
Kegiatan yang mengandung nilai ibadah ini, tidak bisa kita anggap remeh. Dengan bersedekah, Anda dapat berbagi dengan mereka yang kurang mampu. Luangkan sedikit waktu Anda untuk menyisihkan sebagian harta Anda untuk bersedekah. Bisa juga Anda mengajak rekan sejawat atau anggota keluarga Anda untuk melihat anak jalanan dan bersedekah dengan mereka.
Jumat, 24 Februari 2012
Riwayat, Gelar, dan Perayaan Maulid Nabi Muhammad saw
Nabi Muhammad saw adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus oleh Allah. Beliau dipilih menjadi rasul pada usia 40 tahun. Wahyu pertama dari Allah Swt kepada Nabi Muhamad saw adalah Surat al-Alaq yang diberikan melalui perantara malikat Jibril. Nabi Muhammad saw menyampaikan risalah kenabian kepada umatnya selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari.
Nabi Muhammad saw dilahirkan di Mekkah dan diberi nama Muhammad oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Muhammad artinya ‘orang terpuji', sebuah nama yang belum pernah digunakan dan belum dikenal pada waktu itu. Ketika dilahirkan, Muhammad sudah menjadi anak yatim karena ayahnya, Abdullah, wafat sebelum beliau lahir.
Nabi Muhammad saw menjadi yatim piatu ketika berusia enam tahun. Ibunya, Aminah binti Wahab, wafat dalam perjalanan pulang dari Yatsrib setelah berziarah ke makam suaminya. Sepeninggal kedua orangtuanya, Muhammad diasuh oleh Abdul Muthalib. Setelah kakeknya wafat, Muhammad selanjutnya diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.
Semua ahli hadist dan sejarawan sependapat bahwa Nabi Muhammad saw lahir di bulan Rabiul Awal, walau pun terdapat perbedaan mengenai tanggalnya. Kalangan Syiah menyatakan bahwa beliau lahir pada hari Jumat tanggal 17 Rabiul Awal, sedangkan kalangan Sunni yakin bahwa Muhammad lahir pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal (2 Agustus 570M).
Riwayat Nabi Muhammad saw banyak disebut dalam Al Qur’an, sedangkan nama Muhammad disebut empat kali dan dijadikan salah satu nama surat, yaitu surat ke-47. Sementara itu, nama Ahmad dalam Al Qur’an hanya disebut sekali.
Riwayat Muhammad banyak diketahui melalui penuturan para sahabat dan juga melalui tulisan para ahli dari berbagai disiplin ilmu. Bahkan, dalam buku The 100 karya Michael H. Hart, menjadikan Muhammad sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Nabi Muhammad saw merupakan satu-satunya orang yang berhasil meraih kesuksesan luar biasa dalam hal agama dan duniawi. Beliau mampu menjadikan bangsa yang terbelakang dan terpecah belah, menjadi bangsa maju serta mampu mengalahkan pasukan Romawi.
Saat berusia 35 tahun, Muhammad bersatu dengan orang-orang Quraisy untuk memperbaiki Ka'bah. Beliau juga yang memutuskan tentang peletakan Hajar al-Aswad di tempatnya. Waktu itu, Nabi Muhammad saw sangat dikenal terpuji sehingga kaumnya sangat mencintai Muhammad. Akhirnya, ia mendapat gelar Al-Amin yang artinya ‘orang yang dapat dipercaya’.
Nabi Muhammad saw hidup sangat sederhana, membenci sifat angkuh serta sombong, menyayangi orang miskin, janda, dan anak yatim dengan cara menolong mereka. Ia pun menghindari semua kejahatan yang sudah biasa dilakukan di kalangan bangsa Arab pada masa itu, seperti meminum minuman keras, berjudi, dan lain-lain. Oleh karena itu, beliau dikenal sebagai As-Saadiq yang artinya ‘yang benar’.
Maulid Nabi Muhammad saw atau Maulid Nabi merupakan peringatan hari lahir Muhammad. Di Indonesia, perayaan ini jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Dalam bahasa Arab, kata maulid atau milad artinya 'hari lahir'.
Perayaan Maulid Nabi Muhammad saw adalah tradisi yang berkembang di kalangan masyarakat Islam jauh setelah Muhammad wafat. Substansi maulid Nabi yaitu ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.
Perayaan Maulud diperkenalkan pertama kali oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, Irak pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Namun, ada yang berpendapat bahwa perayaan ini diperkenalkan justru oleh Sultan Salahuddin sendiri.
Tujuan dari maulid Nabi adalah membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw. Selain itu, juga untuk meningkatkan semangat perjuangan kaum muslim yang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam memperebutkan kota Yerusalem dan sekitarnya.
Pada umumnya, perayaan maulid Nabi di Indonesia dilakukan dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan, seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji, dan pengajian.
Maulid Nabi Muhammad saw dirayakan oleh sebagian masyarakat muslim Sunni dan Syiah di dunia. Muslim Sunni memperingati maulid Nabi pada tanggal 12 Rabiul Awal, sedangkan muslim Syiah memperingatinya pada tanggal 17 Rabiul Awal, bersamaan dengan hari lahir Imam Syiah yang keenam, yaitu Imam Ja’far ash-Shadiq.
Maulid Nabi Muhammad saw dirayakan di negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan negara-negara yang di dalamnya terdapat komunitas masyarakat muslim, seperti di India, Britania, dan Kanada.
Arab Saudi merupakan satu-satunya negara di dunia dengan penduduk mayoritas Muslim yang tidak menjadikan perayaan Maulid Nabi Muhammad saw sebagai hari libur resmi. Keikutsertaan dalam ritual perayaan hari besar tersebut dianggap sebagai ekspresi dari rasa keimanan dan kebangkitan keberagaman bagi para penganutnya.
Ada beberapa kaum ulama (beraliran Salafi dan Wahhabi) yang tidak merayakan maulid Nabi karena merupakan sebuah bid’ah, yaitu kegiatan yang bukan merupakan ajaran Nabi Muhammad saw. Kaum ini beranggapan bahwa orang yang merayakannya sudah salah dalam mengartikannya, sehingga keluar dari substansi kegiatannya. Namun, ada juga ulama yang berpendapat bahwa peringatan ini bukanlah bid’ah karena kegiatan ini hanyalah ungkapan rasa cinta mereka kepada Muhammad.
Pendapat yang pertama adalah pendapat yang menentang maulid Nabi Muhammad saw dan mengatakan bahwa peringatan ini termasuk bid’ah mazmumah, menyesatkan. Perayaan ini tidak ditemukan dalam Al Qur’an dan Al Hadis, baik tersurat maupun tersirat.
Seorang ulama besar bernama Syekh tajudiin Al-Iskandari, juga berpendapat bahwa maulid Nabi Muahammad saw adalah bid’ah mazmumah, menyesatkan. Penolakan tersebut dituangkan dalam kitab Al-Murid Al-Kalam Ala’amal Al-Maulid.
Pendapat kedua sifatnya mendukung maulid Nabi dan beralasan bahwa perayaan ini adalah bid’ah mahmudah, inovasi yang baik, dan tidak bertentangan dengan syariat. Pendapat ini diwakili oleh Imam Ibnu Hajar Asqalani dan Imam As-Suyuthi.
Kedua imam ini berpendapat bahwa maulid Nabi sifatnya bid’ah mahmudah. Artinya, sesuatu yang tidak pernah dilakukan Rasulullah, tetapi keberadaannya tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Menurut As-Suyuthi, maulid Nabi merupakan ungkapan syukur atas diutusnya Nabi Muhammad saw ke dunia.
Di Indonesia, perayaan ini disahkan oleh negara sehingga dijadikan sebagai hari besar dan libur nasional. Penguasa dari negeri Irbil bernama Malik Mudzofah Ibnu Batati adalah orang yang pertama kali menyelenggarakan maulid Nabi (menurut Imam As-Suyuthi). Penguasa ini pernah memberi hadiah sepuluh ribu dinar kepada Syekh Al-Khatib Ibnu Dihyah karena berhasil menulis buku tentang riwayat hidup Nabi Muhammad saw.
Sekitar abad kedua belas Masehi, pada masa Abbasiyah, maulid Nabi Muhammad saw diperingati secara resmi dan difasilitasi oleh khalifah dengan mengundang pengusaha lokal. Peringatan ini diisi dengan pawai akbar mengelilingi kota dengan iringan pasukan berkuda dan angkatan bersenjata, serta puji-pujian dan uraian maulid Nabi Muhammad saw.
Nah, itulah sekilas cerita tentang Nabi Muhammad saw, Nabi akhir zaman. Semoga bermanfaat.
Selasa, 21 Februari 2012
Keajaiban Tuhan: Tubuh Bayi Bertuliskan Ayat Al Quran
Tuhan menciptakan dunia dengan segala bentuk keajaiban. Keajaiban Tuhan tersebut merupakan pembelajaran bagi manusia agar berperilaku lebih baik. Keajaiban Tuhan tidak hanya terjadi pada alam. Keajaiban Tuhan, bahkan, telah sejak lahir berada dalam tubuh manusia. Sistem pencernaan manusia yang bekerja begitu apik merupakan keajaiban yang telah diciptakan Tuhan jauh sebelum manusia menemukan mesin.
Sebenarnya, kebesaran Tuhan sudah tidak perlu pembuktian. Manusia bisa mengetahui kebesaran Tuhan dengan cara mengamati keadaan sekitar. Membuktikan keajaiban Tuhan sama seperti hendak membuktikan bahwa bola itu bulat. Tidak ada pembuktian serius tentang bentuk bola yang bulat karena setiap bola pasti bulat. Begitupun, kebesaran dan keajaiban Tuhan.
Keajaiban Tuhan tidak harus selalu mampu diterima akal manusia yang serba terbatas. Semua peristiwa yang terjadi di alam ini merupakan keajaiban. Misalnya, pergantian siang dan malam. Sayangnya, manusia tidak menyadari keajaiban itu dan hanya menganggapnya sebagai hal biasa.
Salah satu bukti keajaiban Tuhan adalah adanya tulisan ayat-ayat Al Quran pada tubuh seorang bayi. Ini merupakan fenomena yang terbilang sangat aneh tetapi nyata. Seorang bayi laki-laki di Dagestan berhasil mengejutkan dokter yang menanganinya. Bagaimana tidak, tulisan ayat-ayat Al Quran menghiasi kulit bayi tersebut.
Peristiwa unik yang terjadi di bagian selatan Rusia ini dialami oleh seorang bayi bernama Ali Yakubov. Saat lahir, dagu bayi Ali Yakubov dihiasi tulisan “Allah”. Setelah itu, ayat-ayat Al Quran lain semakin bertebaran menghiasi beberapa bagian tubuh Ali Yakubov, misalnya di punggung, perut, lengan, dan kaki.
Hal yang tidak kalah mengherankan, orangtua Ali Yakubov mengatakan bahwa sebelum ayat-ayat itu muncul, selalu ada tanda-tanda tertentu. Ayat-ayat baru tersebut muncul dua kali dalam seminggu, yaitu Senin malam serta antara Kamis dan Jumat. Ketika tanda-tanda itu muncul, suhu tubuh Ali Yakubov menjadi sangat tinggi dan selalu tampak kesakitan hingga menangis.
Akan tetapi, sang ibu tidak mungkin memeluknya karena tubuh Ali Yakubov sering bergerak aktif. Oleh sebab itu, Ali Yakubov ditempatkan di peraduannya. Kondosi yang dialami Ali Yakobuv ini tidak bisa dijelaskan secara medis. Namun, para medis membantah tuduhan yang menyatakan bahwa ayat-ayat itu sengaja dituliskan seseorang pada tubuh bayi mungil itu.
Madina, ibu kandung Ali Yakubov, mengatakan bahwa ia dan suaminya bukan termasuk pemeluk Islam yang taat. Namun, hal itu berubah setelah kemunculan ayat-ayat Al Quran pada kulit putranya. Salah satu ayat yang muncul pada kulit Ali berbunyi, “Allah adalah yang menciptakan semua ini.”
Kejadian ajaib yang menimpa bayi Ali Yakubov ini awalnya dirahasiakan oleh kedua orangtuanya, kecuali pada dokter pribadi yang menangani Ali Yakubov. Namun, kejadian itu akhirnya diberitahukan pada semua orang setelah muncul ayat yang berbunyi, “Tunjukkan tanda-tanda ini kepada orang-orang.”
Karena keajaiban yang dimilikinya, Ali Yakubov menjadi perhatian komunitas muslim di provinsi Dagestan. Ahmedpasha Amiralaev, salah satu pemimpin muslim di Dagestan, menyatakan bahwa Ali adalah pertanda asli dari Tuhan. Allah sengaja mengirimkan Ali ke Dagestan untuk menghentikan perang serta ketegangan yang terjadi di sana.