Jumat, 27 April 2012

Kiamat: Misteri Terbesar di Muka Bumi

Indonesia adalah negara majemuk. Indonesia memiliki beberapa agama atau kepercayaan yang diakui secara hukum. Islam, Kristen, Hindu, dan Budha. Tiap-tiap kepercayaan tersebut tentu saja memiliki ajaran yang berbeda. Termasuk ketika berbicara mengenai kiamat.

Dalam ajaran agama Islam, percaya akan datangnya hari akhir atau hari kiamat adalah termasuk dalam satu di antara lima hal yang harus diimani. Lima hal tersebut dalam ajaran Islam dikenal dengan istilah rukun iman.

Datangnya kiamat adalah misteri terbesar di muka bumi ini. Berbagai dalil mengatakan bahwa hanya Allah lah yang tahu akan kapan datangnya hari kiamat. Sebagai umat-Nya hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah berperilakulah sebaik mungkin. Jalankan perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya. Lebih dari itu kita hanya bisa menunggu dan memercayai bahwa hari akhir itu akan tiba.

Dalam beberapa buku Agama Islam, kiamat digambarkan begitu dahsyat. Dalam Al-Qur’an tepatnya dalam surat Al-Waqiah, keadaan kiamat benar-benar dijelaskan secara detail. Hal-hal mengerikan dijanjikan akan terjadi. Allah akan membuat bumi bergoncang hebat, apapun yang ada di dalamnya, seperti gunung, lautan semua akan luluh lantak.

Dalam surat Al-Waqiah tersebut dijelaskan bahwa gunung-gunung akan terlihat seperti kapas yang ditiup angin. Tidak ada satu makhluk pun yang akan selamat dari hari kiamat. Orang-orang yang sudah lebih dulu meninggal pun akan dibangkitkan dan amalnya akan dihitung secara bersamaan. Kecuali bagi mereka para Syuhada. Syuhada telah ditempatkan di sisi Allah, diberi rizki dan kebahagiaan yang abadi.

Dalam surat Allah lainnya, yaitu Al-Qori’ah. Manusia diceritakan seolah seperti laron yang berterbangan. Terlempar karena guncangan yang maha dahsyat.

Tiupan Sangkakala di Hari Kiamat

Allah telah memerintahkan Israfil untuk meniup sangkakala sebagai pertanda datangnya hari akhir zaman itu. Setelah Sangkakala ditiupkan bencana maha dahsyat akan terjadi seketika. Kekejutan makhluk akan suara Sangkakala kemudian dilanjutkan dengan hal lain yang jauh lebih mengejutkan, kiamat.

Kedahsyatan kiamat dalam surat Al-Hajj ayat 2 bahkan akan membuat ibu yang tengah menyusui akan melupakan anak yang tengah disusuinya, wanita yang tengah hamil pun akan tiba-tiba melahirkan, dan wajah anak kecil akan berubah tua karena hal itu akan mengejutkan mental mereka.

Tanda-Tanda Kiamat dalam Islam

Sebagai umat yang berpikir, Allah sudah memberikan beberapa tanda-tanda kiamat agar sebagai makhluknya kita dapat mempersiapkan amal sebanyak-banyaknya, dan agar kita tidak merugi di hari akhir nanti. Seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW, ciri-ciri kiamat ada sepuluh.

1. Dukhan atau Asap

Asap ini akan membuat orang-orang beriman bersin-bersin, dan membuat orang kafir meninggal. Asap akan muncul secara misterius dan tiba-tiba di bagian barat dan timur bumi selama 40 hari.

2. Dajjal

Dalam Al-Qur’an, Dajjal digambarkan memiliki mata yang hanya satu dan tertulis dengan jelas di keningnya tulisan “Kafir”. Dajjal akan membuat kerusuhan. Ia akan menyebarkan fitnah besar yang memengaruhi keimanan para manusia.

3. Dabbah

Sejenis binatang melata yang akan muncul di dekat Gunung Shafa. Binatang melata tersebut akan mengadu pada Allah bahwa manusia sudah tidak lagi beriman.

4. Matahari terbit di sebelah barat dan pintu tobat sudah ditutup rapat.

5. Turunnya Nabi Isa A.S.

Nabi Isa A.S akan membantu Imam Mahdi melawan Dajjal. Nabi Isa A.S juga akan membinasakan salib yang diciptakan oleh kaum-kaum kristian.

6. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj

Mereka terdiri dari dua golongan, besar dan kecil. Mereka berada di balik tembok besi bercampur tembaga yang dibangun oleh Zul Qarnain. Mereka akan berhasil menembus dinding itu dan membuat kerusakan.

7. Gempa bumi dibagian timur. Kawasan Asia.

8. Gempa bumi dibagian barat. Kawasan Eropa dan sekitarnya.

9. Gempa bumi di Semenanjung Arab.

10. Api besar penghalau umat manusia menuju Padang Mahsyar.


View the original article here

Selasa, 24 April 2012

Tips Latihan Puasa untuk Anak

Bagi umat Islam, puasa merupakan sebuah ibadah yang dilakukan secara berkala. Ketentuan puasa bagi umat Islam diatur berdasarkan jenis puasanya. Namun apapun jenis puasanya, dalam agama Islam, puasa dilakukan mulai adzan Subuh hingga adzan Maghrib.


Ada banyak jenis puasa yang biasa dilakukan oleh umat Islam, yakni puasa Senin–Kamis, puasa Daud, puasa Ramadhan, puasa Syawal, puasa Arafah, puasa Sa’ban, puasa Hajat, dan puasa Nazar.


Puasa Senin–Kamis dilakukan pada hari Senin dan Kamis. Puasa ini merupakan puasa sunah. Bagi mereka yang menjalankannya, puasa Senin – Kamis dianggap puasa yang paling pas sebab lima hari kemudian selain hari Senin dan Kamis, mereka bisa melakukan aktivitas makan dan berhubungan badan di siang hari.


Puasa Senin–Kamis merupakan jenis puasa yang bersahabat dengan manusia. Mereka masih bisa melakukan puasa di hari tertentu dan tidak memberatkan. Puasa Senin – Kamis baiknya dilakukan sepanjang tahun. Namun jika tidak kuat, sebaiknya dilakukan selama satu bulan atau dua bulan tanpa henti.


Puasa Daud ialah puasa yang dilakukan mengikuti apa yang dilakukan oleh Nabi Daud. Nabi Daud melakukan puasa dengan cara seling sehari. Satu hari puasa, dan hari berikutnya (besoknya) tidak, dan lusanya puasa lagi, begitu seterusnya.


Misalnya puasa dimulai hari senin, maka selasa tidak puasa, dan rabu puasa kembali. Begitu seterusnya dilakukan secara seling satu hari. Puasa Daud ini disunahkan dilakukan selama dua bulan berturut-turut. Jika dikumulatifkan, jumlahnya akan setara dengan puasa selama satu bulan di bulan Ramadhan, yakni puasa satu bulan penuh. Puasa Senin – Kamis atau Daud bisa dilakukan pada bulan apa saja, asalkan bukan merupakan hari Tasyrik yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijah.


Puasa Ramadhan dilakukan pada bulan Ramadhan. Puasa Ramadhan ini dilakukan selama sebulan penuh. Jika puasa Senin–Kamis dan Daud atau puasa lainnya merupakan puasa sunah, lain halnya dengan puasa Ramadhan. Puasa Ramadhan merupakan puasa wajib bagi seluruh umat Islam.


Jika seseorang meninggalkan puasa Ramadhan secara sengaja maka hukumnya ialah dosa. Namun jika meninggalkan puasa karena sakit atau menjalani perjalanan panjang, maka ia boleh menggantinya atau membayar puasanya setelah bulan Ramadhan.


Cara membayar puasa Ramadhan ialah dengan berpuasa selama hari yang kita tinggalkan untuk puasa di bulan Ramadhan. Bisa juga membayarnya dengan membebaskan budak belian atau memberi makan fakir miskin.


Puasa Syawal dilakukan setelah Idul Fitri, yakni di bulan Syawal. Puasa Syawal sudah boleh dilakukan pada tanggal 2 Syawal. Lamanya puasa Syawal yakni selama enam hari. Puasa Syawal hanya bisa dilakukan pada bulan Syawal.


Pelaksanaannya bisa selama enam hari berturut-turut atau tidak, yang pasti harus masih dalam bulan Syawal. Pahala orang yang berpuasa di bulan Syawal sama dengan berpuasa selama satu tahun penuh.


Puasa Arafah dilakukan saat para calon haji melakukan wukuf di padang Arafah. Orang yang melakukan puasa Arafah sama dengan melakukan wukuf di padang Arafah. Puasa Arafah ini dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijah namun ada pula yang berpuasa sejak tanggal 8 Dzulhijah.


Puasa Sa’ban ialah puasa yang dilakukan pada bulan Sa’ban. Bulan Sa’ban ialah bulan sebelum Ramadhan. Puasa di bulan Sa’ban ini biasa dilakukan 3 hari berturut-turut sebelum dilakukannya puasa Ramadhan. Ada pula yang melakukan puasa Sa’ban di hari Senin–Kamis.


Di bulan Sa’ban, tak hanya puasa yang dianjurkan namun amalan ibadah lainnya dianjurkan untuk dilakukan dan digiatkan juga. Puasa Sa’ban dilakukan untuk melatih diri menghadapi puasa Ramadhan selama satu bulan penuh.


Puasa Hajat ialah puasa yang dilakukan karena menginginkan sesuatu. Seseorang melakukan puasa karena memiliki keinginan. Melalui puasa, insya Allah keinginannya akan dikabulkan oleh Allah SWT sebab doa orang yang berpuasa paling didengar Allah SWT.


Sementara puasa Nazar dilakukan sebagai bayaran atau janji atas sesuatu. Biasanya seseorang berjanji jika dikabulkan doanya, maka ia akan berpuasa selama sekian hari. Untuk nazar ini, tidak hanya puasa yang bisa dilakukan. Nazar atau janji bisa juga dalam hal lain, misalnya bernazar memakai jilbab, memberi makan anak yatim, bersedekah, atau lainnya jika keinginannya terpenuhi.


Puasa, apapun jenisnya, sejatinya melatih diri untuk lebih taqwa kepada Tuhan dan melatih daya empati kita terhadap sesama yang kekurangan makanan atau miskin. Puasa pun berfungsi sebagai pembersihan diri dari zat-zat kotor yang ada dalam tubuh.


Ibadah puasa dibagi ke dalam tiga tingkatan, yaitu sebagai berikut.

Puasanya orang awam (shaum al-'umum), yaitu puasa yang dilakukan hanya sebatas menahan diri dari ha-hal yang membatalkan puasa, misalnya makan dan minum. Puasanya orang khusus (shaum al-khusus), puasa ini dilakukan tidak hanya menahan diri dari hal yang membatalkan puasa, tetapi juga berpuasa dari panca indera serta seluruh badan dari segala bentuk dosa.Puasanya orang istimewa, super khusus (shaum khusus al-khusus), selain menahan diri dari hal-hal yang membatalkan dosa dan berpuasa dari panca indera, hati nurani pun ikut berpuasa dalam tingkatan puasa ini, yakni tidak memikirkan masalah keduniaan. 

Ibadah puasa Ramadhan yang wajib dilaksanakan oleh setiap mu’min merupakan ibadah yang ditujukan untuk menghamba kepada Allah. Hikmah dari ibadah puasa adalah melatih setiap manusia untuk sabar menjalani kehidupan. Sabar di sini adalah gigih dan ulet seperti yang tertera dalam Q.S. Ali ‘Imran: 146. 


Perintah ibadah puasa lebih menekankan ke dalam aktivitas sendi-sendi kehidupan, yaitu kemampuan kita dalam menahan hawa nafsu, termasuk makan dan minum. Salanjutnya, kita menjalankan keinginan Allah sepenuhnya sehingga kita dapat meraih taqwa. Perintah puasa jatuh di Kota Madinah ketika kondisi umat Islam waktu itu baru saja hijrah dari Mekkah karena ditekan dari berbagai sisi kehidupan. Namun, di saat inilah terlihat sifat kesabaran, tidak lemah, tidak lesu, dan pantang mundur,dan semangat umat Islam untuk bangkit menyebarkan Islam ke seluruh wilayah. 


Waktu haram puasa merupakan waktu atau hari ketika umat Islam dilarang berpuasa. Hikmahnya yaitu saat semua orang bergembira, seseorang itu harus ikut bersama merayakan kegembiraannya. Waktu-waktu haram puasa di antaranya adalah sebagai berikut.


Hari Raya Idul Fitri ditetapkan pada tanggal 1Syawal dan merupakan hari kemenangan yang harus dirayakan secara bergembira. Oleh karena itu, syariat sudah mengatur bahwa umat Islam tidak diperbolehkan berpuasa. Umat Islam harus membatalkan pasanya dan tidak berniat untuk melakukan ibadah puasa. 


Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Zulhijjah dan hari itu umat Islam diharamkan untuk melakukan ibadah puasa. Umat Islam disunnahkan menyembelih hewan qurban serta membaginkannya kepada orang miskin, kerabat, dan keluarga. Tujuannya adalah agar semuanya dapat merasakan kegembiraan dan marayakan hari raya kedua bagi umat Islam tersebut. 


Tanggal 11, 12, dan 13 bulan Zulhijjah merupakan hari tasyrik. Umat Islam dilarang puasa pada ketiga hari tersebut karena masih dalam suasana perayaan Hari Raya Idul Adha. Tapi, ada juga yang berpendapat puasa pada hari tasyrik hukumnya makruh. 


View the original article here

Jumat, 20 April 2012

Haji - Ibadah Ritual Nan Penuh Arti

Umat muslim mengenal ritual ibadah haji sebagai salah satu dari rukun Islam, yaitu rukun Islam kelima. Ibadah Haji dilakukan oleh mereka yang mampu melaksanakannya. Sehingga ibadah ini selain membutuhkan kemampuan finansial yang cukup, juga kebugaran fisik dan ilmu seputar haji.

Berhaji artinya Anda beribadah haji sekaligus mengunjungi rumah Allah, Ka’bah di Mekah. Kemudian ada beberapa rukun yang harus dilakukan agar ibadah haji menjadi sah dan insya Allah mabrur. Haji mabrur adalah impian semua muslim seluruh dunia. Tapi untuk meraihnya, Anda harus menjalankan seluruh rukun haji serta niat Ikhlas. Berikut ini segala hal yang berkaitan dengan ibadah haji.

Keutamaan dari berhaji atau naik haji adalah agar manusia dapat lebih mensyukuri apapun yang telah ia dapatkan. Berubah menjadi manusia yang lebih baik adalah pencapaian paling tinggi dari perjalanan haji ini.

Perjalanan haji selalu menyisakan cerita tersendiri bagi para jama’ah haji. Entah itu cerita baik, ataupun cerita yang buruk. Semua cerita yang terjadi di tanah suci konon merupakan refleksi dari kehidupan calon haji tersebut selama ini. Di tanah suci, semua perbuatan manusia dibalaskan secara langsung. Diingatkan kembali akan kesalahan-kesalahannya agar cepat bertobat.

Sebagai rukun Islam ke lima, menjalankan ibadah haji hukumnya wajib, tentu saja bagi yang sudah mampu secara keuangan, mental, maupun fisik. Allah Maha Baik, Dia tidak mewajibkan seseorang menunaikan ibadah haji jika umatnya masih belum mampu. Allah akan menunggu sampai kapanpun hingga umat-Nya siap mengunjungi rumah suci-Nya tersebut.

Ibadah haji selalu dilaksanakan setiap tahunnya. Keajaiban banyak ditunjukkan oleh Allah. Umat muslim yang berhaji datang dari berbagai negara yang ada di dunia ini. Setiap tahunnya, Mekkah dan Madinah sebagai kota utama tujuan haji selalu penuh oleh umat muslim yang akan menunaikan rukun Islam ke lima ini.

Itulah sebabnya persiapan mental dibutuhkan ketika Anda berniat untuk menunaikan ibadah haji. Ramainya tempat ibadah serta banyaknya orang yang berebut untuk lebih dekat dengan Allah memaksa tubuh kita untuk lebih kuat. Jika tidak, bukan tidak mungkin keselamatan nyawa menjadi taruhannya.

Dalam Al-Quran, dikisahkan tentang nabi Ibrahim as yang menaruh anaknya nabi Ismail as beserta sang ibu Hajar di tengah gurun pasir Arab yang gersang tanpa satu pun sumber air. Nabi Ismail as yang masih bayi menangis karena haus. Hajar panik, dan berlari sepanjang Shafa dan Marwa untuk menemukan air bagi bayinya selama 7 kali berturut-turut. Kelak hal yang dilakukannya itu menjadi salah satu rukun haji.

Kewajiban seorang muslim untuk menunaikan ibadah haji memang sudah tercantum dalam rukun Islam. Kewajiban tersebut tentu saja bagi umat muslim yang mampu secara fisik maupun keuangan. Mengingat biaya yang dikeluarkan untuk ibadah haji cukup besar, menabung pun menjadi salah satu usaha.

Kebutuhan untuk naik haji, menjadi ladang bisnis bagi beberapa orang. Sekarang ini banyak sekali biro perjalanan yang memang khusus mengadakan perjalanan bagi mereka yang ingin naik haji. Biaya yang dikeluarkan untuk naik haji juga bervariasi. Oleh biro perjalanan haji, biaya naik haji dibedakan berdasarkan fasilitas yang didapat calon haji selama menunaikan ibadah haji. Ada biaya haji reguler ada pula yang haji plus. Sesuaikan dengan kemampuan finansial Anda.

Banyak pula perusahaan tour dan travel yang menyediakan paket haji dan umrah dengan biaya bervariasi. Sesuai sarana penginapan dan sebagainya yang akan didapatkan jika berangkat. Para pemuka agama, kiai dan ustadz, menjadi pembimbing haji untuk memandu jamaah.

Biasanya sebelum pemberangkatan ke tanah suci, diadakan manasik haji. Semacam gladi resik agar jamaah lebih siap beribadah di sana. Namun, ada pula manasik haji yang dilaksanakan lembaga pendidikan untuk memperkenalkan ibadah ini kepada siswa-siswinya. Dari mulai tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi.

Mewah atau sederhananya perjalanan haji Anda bukan sebagai tolok ukur kemabruran haji seseorang. Selama tekad manusia serta keinginan calon haji itu kuat untuk melaksanakan semua ritual haji, dan menghayati makna-makna berhaji, orang tersebut bukan tidak mungkin akan menjadi haji yang mabrur.

Ibadah haji berbeda dengan umroh karena waktunya yang terbatas. Al-Quran surat Al Baqarah ayat 197 menyebutkan mengenai hal ini. Musim haji dilaksanakan pada bulan Syawal, bulan Dzulqaidah, dan bulan Dzulhijah. Yaitu tanggal 1 Syawal sampai dengan tanggal 10 bulan Dzulhijah. Sehingga waktunya dibatasi selama 69 hari saja.

Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah saw mengatakan bahwa ‘Al Hajju Hiyal Arafah’. Maksudnya tidak ada haji bila tidak ada wukuf di padang Arafah. Rukun haji inilah yang paling penting dan tidak sah berhaji bila tidak melaksanakannya. Maka tak heran bila ada jemaah haji yang sakit pun disediakan fasilitas seperti ambulance agar mampu melaksanakan wukuf. Wukuf di Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijah.

Rukun haji lainnya yaitu Tawaf. Tawaf adalah aktivitas mengelilingi Ka'bah sambil mengucapkan beberapa doa dan seruan seperti Labbaik, Allahumma Labbaik (Ya Allah aku datang memenuhi panggilan-Mu).

Ada pula Sai, Tahallul, Mabit dan Melempar Jumroh. Sai dilakukan dengan berlari bolak-balik sebanyak 7 kali antara bukit Shafa dan bukit Marwah. Tahallul artinya mencukur atau memotong rambut kira-kira sebanyak 3 helai rambut. Sedangkan mabit yaitu menginap semalam di Muzdalifah.

Kemudian ada juga melempar jumroh pada tanggal 10, 11 dan 12 Dzulhijah. Melempar jumroh pada 3 tiang ini diandaikan sebagai bentuk perlawanan manusia agar tidak mudah tergoda bujuk rayu syaitan. Lemparan jumroh ini diibaratkan melempar syaitan-syaitan itu.

Semua rukun tersebut memiliki makna yang mendalam. Di antaranya kembali mengenang perjuangan dan suri tauladan keluarga nabi Ibrahim as, selain mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Berikut ini beberapa tips bagi Anda yang merencanakan beribadah Haji.

Persiapkan diri Anda sebaik mungkin. Jaga kesehatan fisik dan mental agar tidak terkena penyakit sebelum dan selama melakukan ibadah ini.Bila Anda memiliki dana yang cukup untuk segera berangkat, maka lakukanlah. Jangan menunda-nunda, segeralah mendaftar. Bila tidak ada dana tunai, sisihkan dari pendapatan Anda. Jika Anda memutuskan untuk menabung, pilihlah bank atau lembaga keuangan yang terpercaya dan memang telah biasa menyediakan fasilitas tabungan haji ini.Pilihlah biro perjalanan yang terdaftar dan berpengalaman memberangkatkan jemaah haji dari daerah Anda. Jangan sampai tertipu sudah membayar mahal tapi tidak jadi berangkat, atau masalah lainnya yang bisa menganggu ibadah.Pelajari ilmu ibadah haji, kalau perlu bertanyalah pada mereka yang sudah pernah beribadah juga kepada ustadz atau guru agama.Sisihkan waktu untuk melakukan manasik haji, agar Anda lebih siap beribadah kelak.Ikutilah semua instruksi dari pihak berwenang di Indonesia dan Arab Saudi. Juga nasihat dan saran dari biro wisata serta para pembimbing.Berusahalah rendah hati, berhati ikhlas, dan khusyu dalam menjalankan ibadah haji. Jangan mudah berkata kasar, memendam perasaan dan pikiran tidak baik ketika melaksanakan ibadah haji.

View the original article here