Tampilkan postingan dengan label Keutamaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keutamaan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Maret 2012

Isi Kandungan dan Keutamaan Membaca Al-Quran

Al-Quran merupakan kitab suci umat islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Kitab suci Al-Quran yang merupakan Wahyu Allah Swt ini adalah penyempurna kitab-kitab sebelumnya, seperti  kitab jabur, tauret, dan injil. Sebagai sebuah wahyu penyempurna, tentulah isi kandungannya sangat komplet.

Benar. Kitab suci Al-Quran mengandung banyak sekali pokok ajaran yang berkaitan dengan agama islam. Jika digolongkan secara garis besar, isi kandungan Al-Quran ini memuat beberapa hal utama, seperti aqidah, ibadah, akhlak, hukum, dan sejarah. 


Akidah merupakan sebuah ilmu yang berisi tentang ajaran kepercayaan yang wajib dimiliki oleh umat manusia di seluruh dunia. Dalam Al-Quran, semua ajaran untuk mempercayai dan berkeyakinan penuh pada Allah Swt dijelaskan secara tersurat maupun tersirat. Orang-orang yang meragukan bahkan tidak mempercayai Allah Swt termasuk ke dalam golongan Kafir.


Jika dilihat dari segi bahasa, ibadah berarti tunduk, taat, ikut atau nurut. Sedangkan ibadah menurut pengertian “fuqaha” adalah segala bentuk ketaatan yang dijalankan untuk mendapatkan ridho Allah Swt. Gambaran mengenai ibadah dalam al-quran sangatlah luas, salah satunya adalah yang termuat dalam lima butir rukun islam, yakni mengucapkan syahadat, mengerjakan shalat, zakat, puasa, dan naik haji.


Akhlak merupakan perilaku dasar yang dimiliki oleh seluruh manusia. Akhlak yang dimiliki manusia itu terdiri atas akhlak baik dan akhlak buruk. Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa Allah Swt mengutus Nabi Muhammad saw sebagai penyempurna akhlak manusia sehingga bisa bertakwa kepada Allah Swt dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.


Al-Quran mengajarkan banyak sekali hal yang berkaitan dengan hukum. Al-Quran menganjurkan setiap orang yang beriman untuk mejalankan hukum sesuai dengan ajaran islam. Pemberian hukuman dalam islam harus ditujukan kepada orang yang benar-benar sudah terbukti bersalah. Hukum dalam Al-Quran ini terdiri atas beberapa jenis, di antaranya jinayat, munakahat, muamalat, jihad, dan faraidh.


Al-Quran berisi tadzkir atau peringatan-peringatan dari Allah Swt untuk seluruh umat muslim agar senantiasa beribadah kepada-Nya. Allah Swt memperingatkan semua umat Nabi Muhammad saw tentang pedihnya siksa neraka dan memberikan gambaran tentang nikmatnya surga. Gambaran tentang hal-hal menyenangkan dalam Al-quran disebut targhib, sedangkan gambaran yang menakutkan disebut tarhib.


Al-Quran memuat banyak sekali kisah sejarah yang terjadi di masa lalu. Banyak kisah yang menceritakan kejayaan orang-orang yang senantiasa berada di jalan Allah Swt dan tak sedikit pula yang menceritakan kehancuran seseorang atau suatu kaum yang ingkar terhadap Allah Swt. Fungsi dari gambaran sejarah dalam Al-Quran adalah agar menusia, khusunya umat muslim dapat selalu belajar dari masa lalu.


Nah, itulah garis besar isi kandungan Al-Quran yang harus senantiasa umat muslim pelajari dan amalkan. Tak ada sedikit pun kerugian yang akan diterima dengan mempelajari dan membaca Al-Quran secara kontinyu. Bahkan, banyak keutamaan yang akan umat muslim dapatkan jika rutin membaca Al-Quran.


Beberapa keutamaan membaca Al-Quran, di antaranya sebagai berikut.

Hanya mendengarkan orang yang membaca Al-Quran saja sudah merupakan sebuah kebaikan, apalagi jika membacanya.Membaca satu huruf Al-quran akan dihitung sebagai satu kali pahala kebaikan, di mana satu pahala kebaikan itu adalah sepuluh kali lipat.Al-Quran merupakan penentu tinggi rendahnya kedudukan pembacanya di Surga kelak.Seorang muslim yang membaca Al-Quran akan mendapatkan syafaat untuk di akhirat kelak.Membaca Al-Quran akan memberikan ketenangan, ketentraman, dan kedamaian bagi hati, jiwa, dan pikiran pembacanya. Beri rating untuk artikel di atas Buruk sekali Kurang Biasa Bagus Bagus sekali



View the original article here

Sabtu, 04 Februari 2012

Keutamaan Surat Yasin

Membaca ayat-ayat suci yang terdapat dalam Al-Qur’an, lalu meresapi dan mengerti makna yang terkandung di setiap ayatnya adalah satu dari sekian banyak cara manusia dalam mendekatkan diri pada Allah swt. Allah swt sudah menuliskan segala “rahasia” dan aturan-aturan dalam kehidupan untuk manusia dalam setiap ayat yang Dia turunkan. Tidak terkecuali, ayat-ayat yang terdapat dalam surat Yasin.

Secara hakikat, surat Yasin tidak berbeda dengan surat-surat lain yang terdapat dalam Al-Qur’an. Surat Yasin dan surat-surat lain dalam Al-Qur’an sama-sama memiliki kekuatan serta keutamaan tersendiri. Keutamaan surat Yasin berbeda dengan keutamaan surat-surat lain.


Jika tubuh manusia mengenal jantung sebagai organ pemompa darah ke seluruh tubuh dan boleh dikategorikan penting, begitulah “posisi” surat Yasin dalam Al-Qur’an. Surat Yasin adalah ruh dari Al-Qur’an. Surat Yasin ibarat intisari dalam Al-Qur’an.


Dalam beberapa hadist dan riwayat sahabat nabi, keutamaan yang dimiliki oleh surat Yasin sudah banyak dijelaskan. Keutamaan yang dimiliki surat Yasin berhubungan dengan kehidupan manusia yang masih hidup dan manusia yang sudah meninggal. Keajaiban surat Yasin memang luar biasa. Keutamaannya tidak terputus hanya karena kematian.


Imam ar Rozi dalam At Tafsirul Kabir bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda dan memerintahkan untuk membaca surat Yasin kepada manusia yang telah dekat dengan kematiannya. Membacakan surat Yasin pada manusia yang tengah menghadapi sakaratul maut akan memberikan manusia itu kekuatan.


Keadaan manusia yang tengah menghadapi sakaratul maut tentu saja berbeda dengan keadaan manusia sehat dan jauh dengan kematian. Lidah dan hati manusia tersebut sangatlah lemah. Membacakan surat Yasin dapat menguatkan kembali hatinya serta menyandarkan kejujurannya pada yang pokok, yaitu amal dan fungsi hatinya.


Sabda itulah yang mendasari mengapa ketika ada manusia yang tengah menghadapi sakaratul maut, banyak yang membacakan surat Yasin di sekelilingnya. Tujuannya hanya satu, menguatkan dan mempermudah jalannya menuju alam kubur.


Ibnu Katsir juga bersabda serupa. Ibnu Katsir mengatakan bahwa ketika surat Yasin dibacakan pada orang yang tengah menghadapi kematiannya, Allah akan menurunkan rahmat, keberkahan, serta kemudahan lepasnya roh dari raga. Bagi yang membacakannya dan tengah ada dalam keadaan sulit, Allah akan memudahkan segala urusannya.


Imam Ahmad dalam Tafsir Al-Qur’anil Azhim Juz VI hal 562 juga menyatakan hal yang sama. Imam Ahmad mengatakan bahwa apabila dibacakan -surat Yasin- terhadap orang yang menjelang kematian, akan diringankan bebannya.


Allah swt, menurunkan surat Yasin sebagai roh dari Al-Qur’an. Keutamaanya juga bukan hanya bagi mereka yang akan menghadap-Nya. Dia menjanjikan beberapa keutamaan bagi makhluknya yang masih hidup. Sabda Rasulullah SAW dalam riwayat Sayyiduna Jund ibn Abdullah radiyAllahu ‘anhu berbunyi: “Barangsiapa membaca surat Yasin pada malam hari dengan niat mencari rida Allah, maka dosa-dosanya akan diampuni.”


Sayyiduna ibn Abbaas radiyAllahu ‘anhu juga mengatakan bahwa siapa saja (manusia) yang menyempatkan diri membaca surat Yasin di pagi hari, segala pekerjaannya akan dimudahkan. Bagi siapa saja yang membaca surat Yasin di penghujung hari, tugas-tugas serta pekerjaan di keesokan harinya juga akan dimudahkan.


Rasullullah SAW kembali bersabda tentang keutamaan surat Yasin. Kali ini, sabdanya diriwayatkan oleh Abu Ya’la dari Abu Hurairoh: “Siapa saja yang membaca surat Yasin pada suatu malam, maka ketika ia bangun dipagi hari, ia sudah dalam keadaan terampuni dosa.”


Surat Yasin adalah surat ke-36 dalam Al-Qur’an. Surat Yasin memiliki 83 ayat di dalamnya. Surat Yasin termasuk dalam surat Makiyyah. Surat Makkiyah yaitu istilah yang diberikan pada ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Mekkah. Ayat-ayat tersebut diturunkan sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah.

Beri rating untuk artikel di atas Buruk sekali Kurang Biasa Bagus Bagus sekali



View the original article here

Selasa, 31 Januari 2012

Isi Pokok dan Keutamaan Surat Yasin

 


Surat Yasin merupakan surat ke-36 dalam kitab suci Al Quran. Surat Yasin termasuk surat Makiyah yang artinya surat yang diturunkan di Mekah. Surat Yasin yang terdiri atas 83 ayat ini diturunkan setelah Surat Al-Jinn. Penamaan surat Yasin sendiri berasal dari ayat pertama yang berbunyi Yaa Siin.


Delapan puluh tiga ayat yang terkandung dalam Surat Yasin dibagi dua, yaitu ayat 1 sampai 21 termasuk dalam Juz ke-21 dan ayat 22-83 termasuk ke dalam Juz ke-22.


Dalam Surat Yasin, terkandung beberapa isi pokok. Keimanan seorang muslim merupakan salah satu isi pokok yang terkandung dalam Surat Yasin. Keimanan tersebut ditandai dengan keyakinan akan adanya hari kebangkitan setelah hari kiamat. Jika berpegang pada hal tersebut, kita sebagai manusia tentu tidak akan hanya mementingkan kehidupan duniawi saja, tapi kehidupan akhirat pun menjadi prioritas manusia sebagai makhluk Allah Swt.


Pada hari kebangkitan setelah kiamat tersebut, segala amal dan dosa manusia selama hidupnya akan dipertanggungjawabkan dan diperhitungkan. Jika amalannya lebih banyak dari pada dosa, surga akan menjadi tempat tujuan terakhir. Akan tetapi, jika di dunia sering berbuat dosa dan amalannya sedikit, neraka merupakan tempat yang tepat bagi para pendosa.


Surat Yasin pun menceritakan mengenai para utusan Nabi Isa yang menemui penduduk Athakiyah. Selain itu, dalam Surat Yasin ditegaskan mengenai beberapa hal, seperti kemusyrikan, makhluk yang berpasang-pasangan, bintang yang beredar pada garis edarnya, ajal makhluk, dan hari kiamat.


Surat Yasin sering dibacakan kepada orang yang ajalnya sudah mendekati alias sakaratul maut. Hal ini dilakukan untuk menguatkan hati orang yang sedang mendekati ajal. Dalam kitab At-Tafsirul Kabir, Ar-Razi menyebutkan bahwa orang yang sedang mengalami kondisi yang sangat lemat atau sedang menghadapi sakaratul maut, harus senantiasa diingatkan kepada Allah Swt. Dan perbuatan-perbuatan selama hidupnya.


Menurut pendapat Ibnu Katsir, Allah Swt. telah memberikan keberkahan dan rahmat berupa kemudahan, termasuk keluarnya roh seseorang dari jasadnya jika Surat Yasin dibacakan. Sebagai manusia, kita tentunya berharap agar saat-saat terakhir dalam hidup, tidak dilewati dengan penuh siksaan.


Surat Yasin pun sering dikait-kaitkan dengan malam Jumat. Menurut tradisi atau kebiasaan yang berkembang di masyarakat, setiap malam Jumat datang, harus dilakukan pembacaan Surat Yasin. Akan tetapi, jika mengacu pada hadist shahih, sebenarnya tidak ada hadist yang menyatakan bahwa Surat Yasin harus dibacakan pada malam Jumat secara khusus.


Hadist HR.Muslim menjelaskan bahwa tentang hubungan malam Jumat dengan pembacaan Yasin. Berikut ini hadist dari HR.Muslim:


“Janganlah kamu mengkhususkan malam Jumat dengan suatu qiyam (shalat malam) di antara malam-malam lainnya. Janganlah kamu mengkhususkan hari Jumat dengan puasa tertentu di antara hari-hari lainnya, kecuali jika hari itu bertepatan dengan puasa salah seorang di antaramu”. (HR.Muslim)


Fadhilah Surat Yasin adalah kebaikan-kebaikan yang terkandung dalam Al Quran. Berikut ini fadhilah-fadhilah Surat Yasin:

Mengulang-ulang sebuah ayat berdasarkan hadist yang disampaikan oleh Abu Dzarrin R. A. Yang berkata, “Nabi Muhammad Saw. pernah bangun malam dengan membaca sebuah ayat dan mengulang-ulang ayat tersebut hingga pagi hari. Ayat tersebut yaitu tu’udzdzibhum fa innahum ‘ibaaduka. Jika engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu. (HR.Nasai dan Ibnu Majah).Menyelingi ayat yang satu dan yang lain dengan dzikir dan doa mengenai kandungan ayat yang sedang dibaca. Hudzaifah bin al-Yaman berkata, “Pada malam hari, saya pernah shalat dengan Rasulullah Saw. lalu, Beliau membuka Surat Al Baqarah, Ali Imran, dan An-Nissa, kemudian membacanya dengan tartil. Jika beliau melewati ayat yang di dalamnya terkandung mengenai kesucian Allah Swt., maka beliau membaca Subhanallah. Jika melewati ayat tentang permohonan, maka beliau akan berdoa. Sementara jika beliau melewati ayat mengenai perlindungan, maka beliau memohon perlindungan kepada Allah Swt.” (HR.Muslim).Pada setiap dzikir dan doa yang mengiringi ayat itu, dibuka dengan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Saw., keluarga, dan para sahabatnya. Lalu, ditutup dengan “Bahwa Allah Swt. Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

"Barang siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka ketika dia bangun pagi hari akan diampuni dosanya dan siapa yang membaca Surat Ad-Dukhan pada malam Jumat, maka ketika dia bangun pagi hari akan diampuni dosanya.” (Ibnul Jauzi Al-Maudhuat 1/247).


Hadist di atas merupakan hadist palsu. Ibnul Jauzi menyebutkan bahwa hadits ini adalah batil dan tidak ada asalnya. Imam Daruquthni mengatakan bahwa Muhammad bin Zakaria yang ada dalam sanad hadits ini adalah tukang memalsukan hadits [periksa Al-Maudhuat, Ibnul Jauzi, I/246-247, Mizanul Itidal III/549, Lisanul Mizan V/168, Al-Fawaidul Majmuaah hlm. 268 No. 944].


“Barang siapa yang membaca Surat Yasin pada malam hari karena mencari keridhaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya.”


Hadist di atas termasuk hadist palsu. Hadist tersebut diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mujam Shaghir dari Anas, tetapi dalam sanadnya ada Said bin Musa Al-Azdy, dia seorang pendusta dan dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits [Periksa: Tuhfatudz Dzakirin, hlm. 340, Mizanul Itidal II: 159-160, Lisanul Mizan III: 44-45].


“Barang siapa yang membaca Surat Yasin pada permulaan siang (pagi hari), maka akan diluluskan semua hajatnya.”


Hadist ini termasuk hadist lemah. Hadist ini diriwayatkan oleh Ad-Darimi dari jalur Al-Walid bin Syuja. Pembawa hadist ini Atha’ bin Abi Rabah tidak pernah bertemu dengan Nabi Muhammad Saw. [Periksa: Sunan Ad-Darimi 2:457, Misykatul Mashabih, takhrij No. 2177, Mizanul Itidal III:70 dan Taqribut Tahdzib II:22].


“Barang siapa yang membaca Surat Yasin satu kali, seolah-olah dia membaca Al Quran dua kali.” (HR.Baihaqi).


Hadist di atas merupakan hadist palsu [Lihat Dhaif Jamiush Shaigir No 5798 oleh Al Albani].


“Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Al Quran itu adalah Surat Yasin. Siapa yang membacanya, maka Allah Swt. akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al Quran sepuluh kali.”


Hadist di atas kedudukannya palsu. Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (No. 3048) dan Ad-Darimi 2:456. Hadist ini tidak ada asalnya, hanya terdapat dalam kitab yang di susun oleh Muqatil bin Sulaiman. (Periksa : Silsilah Hadits Dha’if No. 169, hal. 202-203). Imam Waqi’ berkata : Ia adalah tukang dusta. Kata Imam Nasa’i : Muqatil bin Sulaiman sering dusta. [Periksa : MizanulI'tidal IV:173]


Siapa yang terus menerus membaca surat Yasin pada setiap malam, kemudian ia mati maka ia mati syahid”.


Hadits ini Palsu. Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu’jam Shaghir dari Anas, tetapi dalam sanadnya ada Sa’id bin Musa Al-Azdy, ia seorang pendusta dan dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadits. [Periksa : Tuhfatudz Dzakirin, hal. 340, Mizanul I'tidal II : 159-160, Lisanul Mizan III : 44-45].


Jadi, bila Anda tidak mau dikatakan bid'ah terkait membaca Surat Yasin, berhati-hatilah dalam mengamalkannya. Jangan sampai terjebak ke dalam anjuran yang salah.


View the original article here